Marilah kita simak tiga artikel berikut ini tentang pentingnya suplemen makanan, terutama jelas yang bergizi tinggi, herbal, alami. Kami ambil tulisan informatif ini dari http://idherba.com

1. Hubungan Antara Food Supplement dan Penyakit

Apa manfaat dan bagaimana cara kerja food supplement membantu mengatasi penyakit adalah pertanyaan yang sering muncul, mengingat selama ini hanya obat yang diangggap dapat menyembuhkan.

Penyakit yang dirasakan oleh seseorang itu biasanya sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, status, nutrisi, pengaruh racun (toksin) lingkungan, dan kerusakan atau kerentanan yang sudah ada sebelumnya sebagai kelainan genetic. Misalnya, pada awal musim hujan banyak orang mengalami flu. Sebaliknya, mengapa ada orang yang tidak kena? Salah satu alasan yang paling umum diberikan adalah perbedaan pada system imunnya. Seseorang dengan fungsi imun yang kuat dapat terhindar dari infeksi.g

Tetapi jawaban yang lebih tepat adalah bahwa terjadinya gangguan keseimbangan yang diakibatkan berbagai gejala yang tumpang tindih. Banyak penyebab di balik terinfeksinya seseorang, antara lain, karena kelelahan, gizi tidak baik, stress dan factor lain yang berujung pada penurunan fungsi imunitas. Dengan mengetahui manfaat food supplement untuk membantu tercapainya keseimbangan itu kembali, akan membantu untuk menjawab pertanyaan di awal bagian ini.

Joseph Pizzorno, ND menjelaskan bahwa relative mudah menghilangkan penyakit simptomatik, tetapi selama ketidakseimbangan atau gangguan dasarnya masih ada, maka akan muncul sindroma-sindroma lain yang kemudian harus dihilangkan pula. Banyak penyakit memiliki penyebab ganda, sebagai contoh, enfeksi yang mudah dikenali gejala dan pemicunya (bakteri atau virus). Walaupun pemicunya sudah hilang, misalnya dengan antibiotika yang menjadi dasar dari system terapi infeksi pada umumnya, selama system imunitas tubuh belum diperbaiki, kemungkinan besar infeksi lain akan terjadi. Di samping itu, efek samping penggunaan antibiotika dapat merusak keseimbangan flora usus.

Pendekatan baru pengobatan holistic mengacu pada usaha memperbaiki sistem dasar penunjang kesehatan tubuh agar berfungsi secara efektif, agar dapat memastikan kesehatan yang baik. Dengan cara tersebut kita mencegah penyakit sebelum terjadi.

Sumber : Buku Seluk Beluk Food Supplement, Gramedia 2004 (http://kesehatan999.blogspot.com)

2. Mengapa Kita Butuh Makanan Tambahan / Food Suplemen ?

Kebutuhan pemakaian suplemen berkembang dengan semakin disadari bahwa banyak gangguan kesehatan terjadi karena terganggunya keseimbangan fungsi tubuh. Akibatnya seperti mudah terjadi infeksi, alergi dan gangguan lain yang akhirnya muncul sebagai gejala penyakit.

Pada awalnya penggunaan makanan tambahan masih terbatas untuk mengembalikan fungsi metabolik di mana seluruh proses tersebut dikendalikan oleh enzim sebagai katalis reaksi kimia tubuh yang membuat sel-sel bekerja secara optimal. Pada umumnya, enzim terdiri atas protein khusus yang dinamakan apoenzim, dan memerlukan suatu kofaktor tertentu yang biasanya adalah suatu vitamin atau mineral. Karena itu, pada konsep lama micronutrien tersebut (vitamin dan mineral) disebut sebagai zat esensial yang dibutuhkan tubuh. Jika dari makanan saja tidak cukup, maka untuk memenuhi kekurangannya bisa ditambah dari suplemen makanan.

Pada tahan selanjutnya berkembang penggunaan vitamin dalam mega dosis untuk mengatasi radang dan meningkatkan imunitas tubuh. Linus Pauling menyarankan vitamin C dosis 1.000 mg (biasanya untuk suplemen cukup 60 mg) untuk meningkatkan sistem imun dalam mengatasi infeksi ringan (misalnya flu atau saluran pernafasan bagian atas). Kemudian vitamin A dengan dosis 25.000 IU (international unit) untuk meningkatkan kekuatan dan kandungan kolagen dalam usaha mempercepat penyembuhan luka.

Berikutnya penggunaan suplemen tidak lagi terbatas pada vitamin dan mineral saja, karena untuk mengembalikan kesegaran tubuh semakin banyak digunakan herbal tertentu seperti ginseng, sebagai bagian dari komposisi produk. Seiring dengan konsep kembali ke alam, dari berbagai penelitian ternyata ditemukan begitu banyak bahan nutrisi penting lainnya yang dapat membantu penyembuhan. Penambahan falvodoid (suatu substansi mirip vitamin) dari daun ginkgo biloba, misalnya dapat meningkatkan efektivitas pengobatan infeksi berat.

Karena itu, sekarang batasan suplemen nutrisi semakin melebar sampai mencakup zat-zat nutrisi dan penyembuh yang terdapat pada herbal dan bahan obat alami lainnya. Bila disebutkan “suplemen” maka kita menjumpai produk-produk untuk membantu mengoptimalkan fungsi metabolik, sistem imunitas, detoksifikasi, meredakan radang (inflamatorik) dan menyeimbangkan sistem hormonal dan endokrin (Dikutip dari blog Pengobatan)

3. Mengapa Kita Butuh Makanan Suplemen ?

Insan produktif di tengah kehidupan perkotaan yang bermobilitas tinggi kerap terjebak dalam gaya hidup yang kurang menguntungkan dari sisi kesehatan. Rutinitas hidup dimulai dari kemacetan lalu lintas yang membutuhkan ekstra kesabaran dan dijejali dengan polusi asap kendaraan bermotor, jam kerja yang panjang dalam kompetisi yang menguras energi hingga pola makan yang tidak teratur serta jauh dari angka ideal kecukupan gizi.

Bila Anda hidup di lingkaran kehidupan seperti itu, maka saran untuk mengkonsumsi produk suplemen makanan bisa Anda pertimbangkan apalagi dengan adanya berbagai sinyal tanda bahaya dari tubuh, misalnya kelelahan kronis, loyo, mudah capek, dan gejala penuaan dini, karena produk suplemen makanan akan sangat berguna.

Pada berbagai kasus menunjukkan bahwa menelan sebutir tablet multivitamin mineral tertentu setiap hari dapat memperbaiki kemampuan sistem-sistem kekebalan tubuh. Tubuh yang memiliki daya tahan tinggi terhadap infeksi dapat diandalkan untuk mengatasi serangan penyakit pada tahap lebih awal, sebelum penyakit atau gejala penyakit menjadi lebih parah.

Kita Mengalami Penurunan Kualitas Nutrisi
Agroindustri modern menghasilkan makanan yang tampak mengundang selera dan bersih. Coba bandingkan beras hasil giling mesin yang serba putih mengkilap dengan beras hasil tumbuk lesung yang masih menyisakan berkas serat gabah. Jauh berbeda, bukan? Atau sayuran hasil cara tanam tradisional yang berdaun lebih kecil dan berwarna lebih gelap dengan sayuran hasil pemupukan modern yang berdaun lebar dan berwarna terang.

Penemuan dan perkembangan pupuk sintetis memang telah membawa revolusi industri pada pertanian dengan hasil yang sungguh mencengangkan, tidak saja pada kelipatan hasil, tetapi juga pada percepatan masa tanam yang berarti lebih cepat masa panen. Sistem pertanian organik dengan pupuk kandang maupun kompos yang kemudian dipandang menjadi makan waktu dan tenaga pun mulai ditinggalkan.

Namun, sebenarnya ketergantungan pada pupuk sintetis secara bertahap telah menyebabkan defisiensi dalam trace mineral esensial. Ini dikarenakan pupuk sintetis tidak menambahkan mineral ke dalam tanah. Daur kehidupan alami yang menjadi inti keseimbangan ekosistem tidak terjadi. Di samping itu, mikronutrien yang dikandung makanan pun secara berangsur menjadi semakin lebih rendah akibat pengolahan, penyimpanan (pembekuan atau pendinginan), dan proses pemasakan.

Pola makan yang tidak seimbang membuat pasokan energi tidak sesuai dengan keluaran energi untuk menjalankan kegiatan sehari-hari, Jika di pagi hari tidak sempat sarapan, lalu siang hari makan seadanya, selanjutnya makan malam dalam keadaan yang terlalu lelah untuk menyiapkan makanan sehat. Solusi termudah dan tercepat biasanya adalah pilihan “makanan di luar” atau jajan di mana kompisisi gizinya di luar control kita sebagai pembeli. Alternatif lain adalah hasil teknologi industri pangan berupa aneka sajian makanan instan.

Makanan hasil teknologi makanan biasanya telah mengalami berbagai proses pengawetan, penambahan cita rasa, dan sebagainya. Cita rasa serta bahan-bahan yang ditambahkan biasanya berupa zat-zat kimia buatan sehingga makanan tersebut sudah tidak alami lagi dan berisiko kekurangan atau kehilangan kandungan vitamin dan zat gizi yang terpenting. Bila konsumsi makanan tak alami berlebihan, maka di dalam tubuh akan terjadi penimbunan toksin akibat berbagai zat yang sebenarnya tidak “dikenali” tubuh. Tubuh menjadi penuh toksin yang berasal dari makanan, bahan pencemar udara (partikel debu, asap), dan pencemaran air (detergen, limbah).

Kita Mengalami Penurunan Kualitas Gaya Hidup
Pada gaya hidup masyarakat perkotaan yang berisiko stres tinggi, konsumsi mikronutrien rendah diikuti gangguan sistem metabolik, misalnya karena pola makan yang salah atau terbiasa dengan pola makanan instan demi kepraktisan dan efisiensi waktu. Dengan terjadinya gangguan pencernaan yang buruk tersebut, penyerapan mikronutrien makanan tersebut menjadi semakin rendah. Hal ini diperparah lagi dengan tingginya pemaparan pada toksin seseorang dari makanan, air, dan udara. Toksin tersebut dapat menggeser mikronutrien dari enzim tubuh yang membutuhkannya sehingga terjadi gangguan sistem tubuh.

Selain toksin, asupan makanan tertentu dalam jumlah yang berlebihan, misalnya gula, lemak hewani, dan kolesterol, juga dapat menganggu aktivitas beberapa enzim tertentu. Bila struktur protein suatu enzim tidak terbentuk secara baik, maka terjadilah kelemahan genetik dengan risiko munculnya berbagai penyakit serius.

Belum lagi minimnya ketersediaan ruang untuk publik yang tak memungkinkan peluang jeda untuk relaksasi atau sekadar berolahraga ringan peregangan otot di sela-sela aktivitas kerja. Hobi olahraga pun hanya disimpan sebagai mimpi. Minimnya lahan juga menyebabkan sarana olahraga memungut tiket masuk yang tidak murah, belum lagi alasan tidak ada waktu. Maklum dari terbit matahari hingga muncul rembulan, waktu adalah kerja dan motto yang lebih sering terdengar yaitu waktu adalah uang. Alhasil kondisi tersebut sangat berisiko menimbulkan stres. Stres berkepanjangan akan menimbulkan berbagai macam penyakit, misalnya hipertensi dan penyakit jantung. Selain itu, stres akan menurunkan imunitas tubuh secara perlahan tapi pasti dapat membunuh secara diam-diam.

Kita Butuh Komponen Utama Nutrisi
Manakala kita sadar akan pengaruh-pengaruh buruk dan akibat yang ditimbulkannya dalam tubuh, kita pun ingin memperbaikinya. Tetapi terkadang kita tidak tahu apa kebutuhan dan kekurangan kita. Untuk memastikannya, akan sangat membantu jika kita memahami apa saja yang termasuk komponen utama nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Makanan merupakan substansi yang kompleks. Lebih dari 40 jenis nutrisi di dalam makanan yang disebut sebagai nutrisi penting dikelompokkan menjadi beberapa kelompok utama menurut bentuk senyawanya. Food supplement mengemas komponen ini dalam bentuk ekstraksinya dalam hitungan miligram bila dibandingkan dengan porsi santap makanan kita sehari-hari.

Kelompok pertama disebut sebagai makronutrien, dibutuhkan dalam jumlah besar untuk energi dan perawatan tubuh yaitu kelompok karbohidrat, lemak, dan protein. Kelompok kedua adalah mikronutrien, dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk membantu proses metabolisme tubuh agar dapat berlangsung dengan baik yaitu vitamin, mineral, enzim, asam lemak esensial, asam amino, dan senyawa penting lainnya. Di luar nutrisi tersebut sering dianggap tidak terlalu penting.

Sumbangan Manfaat Suplemen
Setelah mengetahui komponen nutrisi yang kita butuhkan, kita akan tahu pula apa kekurangan yang harus kita tutupi. Untuk menutupi kekurangan nutrisi dari perolehan makanan sehari-hari, kita perlu menambahkan suplemen nutrisional ke dalam diet kita.

Salah satu manfaat suplemen makanan adalah untuk menghindarkan kekurangan gizi akibat pola makan tidak teratur dan tidak sehat serta membantu mengembalikan vitalitas tubuh.

Kita dapat memberdayakan kembali fungsi metabolik dengan memberikan suplemen nutrisi sebagai kofaktor agar enzim bekerja lebih baik. Inilah yang mendasari pendekatan teurapetik yang disebut sebagai kedokteran ortomolekuler atau terapi megadosis, di mana sangat ditekankan pentingnya asupan nutrisi yang optimal. Usaha ini diharapkan akan memastikan kesempatan terbaik bagi enzim untuk bekerja secara adekuat. Karena kenyataannya, dari berbagai kasus hampir semua penyakit kronis mencakup suatu komponen disfungsi enzim.

Dr. John D. Bodgen dan rekannya dari University of Medicine and Dentistry of New Jersey, melakukan penelitain mengenai pengaruh vitamin dan mineral terhadap kesehatan responden yang terdiri atas 60 pria dan wanita sehat usia 59-85 tahun. Bodgen menemukan bahwa sebuah formula 24 vitamin dan mineral yang dijual bebas dapat menaingkatkan faktor kekebalan tubuh hingga 64 persen. Secara khusus, mereka yang menelan vitamin menghasilkan sel-sel limfosit-T (sel-sel darah putih) maupun antibodi-antibodi serta zat-zat lain yang amat penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka dalam memerangi berbagai jenis infeksi. Menurut Bodgen, bahkan orang lanjut usia yang menerapkan pola diet cukup baik pun mengalami peningkatan kekebalan tubuh dengan menelan tambahan multivitamin.

Penelitian Ranjit Kumar Chandra dari Memorial University of Newfoundland menyajikan bukti yang meyakinkan bahwa mengkonsumsi vitamin dan mineral dalam dosis sedang selama setahun dapat meredam infeksi pada suatu kelompok 96 pria dan wanita lanjut usia yang sehat. Mereka yang menelan vitamin dan mineral hanya mengalami setengah dari hari-hari sakit akibat infeksi yang melumpuhkan, bila dibandingkan dengan mereka yang menelan tablet bohongan (placebo). Selanjutnya, formula khusus 18 vitamin dan mineral terbukti memicu perbaikan secara umum dalam jumlah sel-sel T, tanggapan limfosit, produksi interleukin-2, pelepasan reseptor IL-2, kegiatan sel pembunuh alami serta tanggapan antibodi terhadap vaksin influenza.

Semua dosis yang digunakan pada penelitian tersebut sedang-sedang saja, kurang lebih sama dengan apa yang akan kita peroleh dari tablet multivitamin biasa, selain untuk dosis-dosis antioksidan beta karoten yang memang lebih tinggi. Menurut Chandra, perbaikan sistem kekebalan tubuh yang paling signifikan ditimbulkan oleh vitamin A, beta karoten, seng, dan vitamin E.

Jadi, jika diet Anda tidak cukup baik atau Anda mempunyai kebutuhan khusus seperti untuk mengatasi problem menopause, stres, sedang sakit, atau baru sembuh dari sakit, maka pada saat itulah Anda memang butuh suplemen. Dalam kondisi-kondisi tersebut tubuh Anda membutuhkan nutrisi mikro tertentu agar metabolisme dan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit meningkat.

Anda harus ingat bahwa walaupun sudah mengkonsumsi suplemen, jangan lupa mengkonsumsi makanan sehat harus tetap dilakukan. Karena makanan adalah sumber utama dari vitamin dan mineral bagi tubuh Anda yang paling bisa diandalkan.

Dikutip dari:
Olivia, Femi et al. 2006. Seluk-Beluk Food Supplement. Cetakan Kedua. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat mengingat kita semua akan pentingnya makanan suplemen, silakan pilih suplemen bermanfaat dari produk PJ Al-Ghuroba

Tinggalkan Balasan