Jahe Merah
Jahe Merah (Zingiber officinale Linn.var.amarum Hassk), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasanya dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari bahasa Sansekerta, singaberi. Tanaman jahe berbatang basah, tinginya 60 cm, dapat tumbuh dimana-mana di daerah tropis. Pemanenan dilakukan setelah daunnya mengering hinga tanaman rebah rumpun-rumpunnya, kira-kira setelah tanaman berumur 9 samapi 12 bulan. Dapat juga dipanen pada umur 6 bulan bile ingin mendapatkan rimpang yang muda, tidak berserat, yang umumnya dimanfatkan untuk bahan manisan jahe atau bumbu dapur.
Jahe jenis ini memiliki kandungan zingeron, zingiberol, borneol, kamfen, sineol, dan felandren, pati, damar, oleorosin, serta gingerin. Kadar minyak atsirinya tinggi, baunya khas aromatik, dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan warna merah.dengan serat lebih besar dibanding jahe biasa.
Kegunaan secara umum adalah Karminativa (peluruh angin/kentut), diaforetika(mampu mengeluarkan keringat, perangsang selaput lendir usus dan perut besar, memperbaiki pencernaan dan memperkuat lambung. Dapat juga sebagai obat alternatif untuk batuk kering yang tak kunjung sembuh, obat luka kena duri, lecet, dan gatal.
Penamaan jahe dapat dikenali dari cara atau jenis pengolahannya, yaitu:
- Black Ginger, Jahe direndam dalam air mendidih langsung dikeringkan.
- White Ginger, jika jahe dimaserasi dengan air kapur, hingga tampak putih.
- Green Ginger, jahe segar atau dikeringkan tanpa pengolahan khusus, biasa untuk bumbu masak.
Terdapat beberapa hasil pengolahan jahe yang terdapat di pasaran, yaitu:
* Jahe segar
* Jahe kering
* Awetan jahe
* Jahe bubuk
* Minyak jahe
* Oleoresin jahe
Jahe kering
Merupakan potongan jahe yang kemudian dikeringkan. Jenis ini sangat populer di pasar tradisional.
Awetan jahe
Merupakan hasil pengolahan tradisional dari jahe segar, terutama jahe muda. Yang paling sering ditemui di pasaran adalah acar, asinan, sirup, dan kristal jahe. Jenis ini disukai konsumen dari daerah Asia dan Australia.
Bubuk jahe
Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe menggunakan teknologi industri. Bubuk jahe diperlukan untuk keperluan farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan baku jahe kering.
Oleoresin jahe
Adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tepung jahe. Bentuknya berupa cairan cokelat dengan kandungan minyak asiri 15 hingga 35%.
Di Jepang dan Tiongkok sangat menyukai asinan jahe. Sirup jahe disenangi masyarakat Tiongkok, Eropa dan Jepang. sedangkan di Indonesia produk olahan jahe yang disebut sekoteng, bandrek, jahe instan, dan wedang jahe merupakan minuman yang digemari karena mampu memberikan rasa hangat di malam hari, terutama di daerah pegunungan.
(update 030309, 113.30WIB)
Kunir atau kunyit (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.)
Kunir atau kunyit (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Tanaman ini berbatang basah, bisa disebut juga tanaman tak berbatang, tingi hinga 1 meter. Daun tidak berbulu dan tidak berbintik. Bunganya pucat, pada pangkalnya berwarna kuning, dengan daun pelindung putih, bunga majemuk berwarna merah.
Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan . kunyit adalah rempah-rempah yang biasa digunakan dalam masakan di negara-negara Asia. Kunyit sering digunakan dalam masakan sejenis gulai, dan juga digunakan untuk memberi warna kuning pada masakan.
Bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang atau akar tingalnya, yang berwarna kuning tua. Rimpang diipanen setelah umur tanaman setahun atau sekali musim tanam. Cirinya: bau khas aromatik, rasa agak pahit, agak pedas, lama kelaman menimbulkan rasa tebal.
Kunir atau kunyit lanang, digunakan sejak dahulu sebagai bahan obat tradisional. Produk farmasi berbahan baku kunyit, mampu bersaing dengan berbagai obat paten, misalnya untuk peradangan sendi ( arthritis- rheumatoid ) atau osteo-arthritis berbahan aktif natrium deklofenak, piroksikam, dan fenil butason dengan harga yang relatif mahal atau suplemen makanan (Vitamin-plus) dalam bentuk kapsul bahan jadi dari ekstrak kunyit berupa suplemen makanan dalam bentuk kapsul (Vitamin-plus) pasar dan industrinya sudah berkembang. Suplemen makanan dibuat dari bahan baku ekstrak kunyit dengan bahan tambahan Vitamin B1, B2, B6, B12, Vitamin E, Lesitin, Amprotab, Mg-stearat, Nepagin dan Kolidon 90.
Penggunaan : Umbi akar yang berumur lebih dari satu tahun dipakai sebagai ubat (umbi akar bersifat mendinginkan, membersihkan, mempengaruhi bagian perut Khususnya pada lambung , merangsang, melepaskan lebihan gas di usus, menghentikan pendarahan dan mencegah penggumpalan darah) selain dari itu juga digunakan sebagai bahan dalam masakan.
Kunyit juga digunakan sebagai obat anti gatal dan anti kejang serta mengurangi pembengkakan selaput lendir mulut, radang gusi (gingivitis). Kunyit dikonsumsi dalam bentuk perasan yang disebut filtrat, juga diminum sebagai ekstrak atau diguna sebagai salap untuk mengubati bengkak.Kunyit juga berkhasiat untuk menyembuhkan hidung yang tersumbat, caranya dengan membakar kunyit dan menghirupnya.
Kunyit tergolong dalam keluarga atau kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae.
Nama Lokal :
Turmeric (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia dan Malaysia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura);
Penyakit Yang Dapat Diobati :
kandungan utama kurkumin dan minyak atsiri, berfungsi untuk pengobatan hepatitis, antioksidan, gangguan pencernaan, anti mikroba (broad spectrum), anti kolesterol, anti HIV, anti tumor (menginduksi apostosis), menghambat perkembangan sel tumor payudara (hormone dependent and independent), menghambat ploriferasi sel tumor pada usus besar (dose-dependent), anti invasi, anti rheumatoid arthritis (rematik), mempunyai prospek yang cerah pada sektor industri hilir (Gambar 5) dalam berbagai bentuk (ekstrak, minyak, pati, makanan/minuman, kosmetika, produk farmasi dan IKOT/IOT). Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken)
Komposisi : KANDUNGAN KIMIA : Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin , desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya. Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 % Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1 – 5 % Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H sisanya Minyak atsiri / Volatil oil ( Keton sesquiterpen , turmeron , tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren , sabinen , borneol dan sineil ) Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, Garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya.
http://id.wikipedia.org dengan penambahan dibeberapa bagian.
(update 030309 pukul 14.00)
KAKI KUDA (Centella asiatica)
Tanaman KAKI KUDA (Centella asiatica Urban, Hydrocotyle asiatica Linn) mempunyai banyak nama, yaitu: pegagang, pegagan, gagan-gagan (Jawa), antanan (Sunda), kerak batok, panegowang, rendeng, calingan, rambat, dan kos-tekosan.
Termasuk keluarga Apiaceae. Tanaman ini tumbuh menjalar di sekitar pantai sampai dengan ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut, ditempat panas atau teduh sedikit dan lembab. Akarnya serabut berbentuk benang, daunnya tungal atau berlebihan hingga empat, berbentuk ginjal, beringgit, dengan tangkai panjang, sedikit berbulu, dan pada pangkalnya menjadi upih. Sedangkan bunganya berwarna putih kadang agak kemerahan, jarang kelihatan. Buahnya silinder (bundar panjang), beriga.
Ciri khas tanaman ini adalah bau lemah, khas aromatik, rasanya mula-mula tak berasa, namun lama kelamaan agak pait. Baunya wangi.
Untuk pengembangbiakannya tumbuhan ini kaki kuda ini dilakukan dengan cara stek karena lebih cepat tumbuhnya. Di Jawa Barat kadang-kadang tumbuhan daun kaki kuda ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan-perkebunan teh.
Tanaman ini mengandung : Villarine, yaitu campuran damar dan minyak atsiri, suatu yang bermanfaat untuk anti lepra dan sipilis . Ada juga zat mineral (alkali sulfat), zat penyamak, dan vitamin B. Dalam jumlah yang agak banyak, mucilago, pektin, resin, gula, dan juga asiaticoside (suatu senyawa heteroside) yang berkhasiat untuk mempercepat penyembuhan luka. Tumbuhan ini juga kaya akan mineral seperti garam-garam kalium, megnesium, kalsium dan besi.
Manfaatnya antara lain adalah untuk memperkuat lambung, menambah nafsu makan (amara). Penyegar tubuh, dapat sebagai astringensia (menciutkan pori-pori/selaput lendir). Obat sariawan. Air rebusannya dapat mengobati ashma, radang usus, disentri, sakit ginjal, panas/demam, dan udem(busung). Sebagai obat luar dapat dimanfaatkan untuk luka kecil dan baru, untuk borok dan koreng, flegmonum (Radang jaringan yang mendadak dan bernanah), Kontusio (memar), limfangitis (radang pembuluh getah bening), dan distorsi(terkilir/keseleo), caranya dengan menumbuk daunnya kemudian ditempelkan atau digosok pada bagian yang sakit.
(update 030309 pukul 14.30)
KENCUR (Kaemferia galanga L.)
Tanaman Kencur termasuk keluarga Zingiberaceae. Berbatang basah, tingginya tidak terlalu tinggi dengan daun yang tegak atau agak berbaring, lebar hingga 27cm, panjangnya sekitar 9 cm, pada bagian atas daun seringnya berbintik. Kencur mempunyai bunga 4-6 buah dalam satu bulir, dengan labellum besar, rata, berwarna ungu, dengan tambahan seperti daun bercelah 2.
Rimpangnya pendek, tumpul, berbentuk seperti jari, ukurannya semisal jahe, berwarna putih, mudah patah, dan banyak getahnya.
Nama lainnya adalah kencor, ceuko, tekur (Aceh), kaciwer (Batak), cakue (Minang), cikur (Sunda), sikor (Kalimantan), cekuh (Bali), cekuru (Makasar), asauli (Ambon), ukap (Irian).
Untuk pengembangbiakannya cukup gampang. Pilih rimpang yang sudah cukup tua, tetapi masih segar dan langsung ditanam. Dari rimpang tersebut akan tumbuh tunas. Selain itu, dapat pula rimpang segar di simpan 1-2 minggu terlebih dahulu agar tumbuh tunas sebelum ditanam di tanah.
Masa panennya kurang lebih 1 tahun setelah penanaman.
Tanaman ini mengandung : Alkaloida, minyak atsiri yang mengandung borneol, methyl-p-curamic acid, cinnamicacid ethyl ester, pentadecane, cinnamic aldehyde, camphene, kamferin. juga mineral dan pati.
Ciri khasnya adalah baunya yang khas aromatik, rasa pedas, hangat, agak pahit, namun akhirnya menimbulkan rasa pedas.
Penggunaannya didalam pengobatan tradisional adalah untuk mengatasi batuk berdahak (ekspektoransia) dan sakit perut (kembung), membantu pengeluaran keringat dan angin dari dalam tubuh, penyegar tubuh, bila dicampur dengan bahan seperti beras, menjadikannya sebagai formula hebat alamiah yang bernama “Beras Kencur” yang sudah dikenal sejak dahulu kala. Dalam pengobatan luar dapat bermanfaat sebagai obat gosok untuk mengatasi bengkak, encok otot, dan pegal-pegal.
(update 030309 pukul 15.15)
KECUBUNG (Datura metel L.)
Tanaman termasuk familia Solanaceae. Tempat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi, tanah gembur dan subur. Daerah ketinggian 950 meter di atas permukaan laut, sering tumbuh liar sebagai semak di hutan kecil atau bekas kebun.
Untuk pengembangbiakannya buah yang sudah tua dipetik dan bijinya dikeringkan. Biji ini selanjutnya disemai lalu ditanam.
Nama lain : kecubu (Melayu), kecubung (Jawa), kacobhung chobung (Madura), bulutuhe (Gorontalo), padura (Ternate), toru mabo (Nias), atau babotek (Timor).
Tanaman ini mengandung : alkaloid, scopolamine, hyoscymine, dan atropin.
-
Arsip
- November 2009 (3)
- September 2009 (1)
- Juni 2009 (16)
- April 2009 (5)
- Maret 2009 (40)
- Februari 2009 (50)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS